Cerita Inspirasi 1

Nama   :  Nanda Nur Rafiana

NRP    : H14100012

Panji     : 5

Laskar   : 28

Selintas cerita yang saya tuangkan ini merupakan pengalaman saya yang diharapkan dapat memberikan kita sebuah hikmah dan pelajaran.

Mengenai pembuatan cerita inspirasi saya teringat akan kisah saya sewaktu saya duduk di kelas 3 Madrasah Tsanawiyah. Saat itu saya akan menghadapi UN yang memang sudah menjadi program pemerintah yang wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas 3. Seiring dengan persiapan saya menghadapi UN, tak diduga sebuah undangan dari suatu sekolah bonafit di Serpong mengundang sekolah saya untuk mengikutkan beberapa siswanya untuk mengikuti beasiswa selama 3 tahun melanjutkan pendidikan di sekolah setingkat SMA itu, full dibiayai oleh sekolah tersebut.Ya… sekolah bertaraf internasional, bonafit, ditambah pelajaran agama yang lebih banyak dibandingkan sekolah umum lainnya itu, bernama MAN Insan Cendekia Serpong.

Tanpa perlu berfikir panjang, saya segera mengurus segala  persyaratan untuk mengikuti beasiswa tersebut. Beberapa teman saya di sekolah pun mengikuti beasiswa tersebut. Setelah selesai mengurus semua persyaratan, saya berharap bisa lolos seleksi sehingga dapat mengikuti tes beasiswa tersebut. Allah mendengar permintaan saya, walhasil saya lolos seleksi dan berhak mengikuti tes beasiswa itu di kota Serang.

Hingga pada saat tes akan dimulai dan berakhirnya tes saya hanya bisa tawakal dan berdoa, karena tes beasiswa itu sangat sulit,ditambah saingan yang berasal dari berbagai daerah. Saya memang tidak yakin bahwa saya bisa lolos dalam tes itu, dan ternyata saat hari pengumuman yang dinanti-nanti, saya dinyatakan tidak lolos tes beasiswa yang menjadi impian terbesar saya.

Huft…mungkin jalan saya bukan di sekolah bonafit itu. Awalnya saya sempat kecewa dan putus asa, tetapi saya terpikir untuk mencoba  melanjutkan sekolah yang tidak kalah bonafitnya di daerah saya. Ya…SMAN 2 Bandar Lampung, sebuah sekolah bertaraf internasional dan unggulan yang menduduki peringkat pertama di kota Bandar Lampung. SMA 2 membangkitkan semangat saya yang runtuh karena tidak lolos dalam tes beasiswa MAN Insan Cendekia Serpong. Ketika pendaftaran dibuka, saya segera mendatangi SMAN 2 bersama Ayah saya.Untuk mengikuti tes, saya harus memilih 2 SMA Negeri lainnya selain SMAN 2. Pilihan saya jatuh pada SMAN 1 dan SMAN 3 Bandar Lampung. Kedua SMAN yang saya pilih itu termasuk unggulan juga walaupun dibandingkan dengan SMAN 2. Saya yakin sekali saya bisa bersekolah di SMAN 2.

Tidak hanya mendaftar di sekolah-sekolah tersebut saya pun mendaftar di MAN 1 Bandar Lampung. Suatu sekolah yang tidak saya inginkan. Ayah saya menyuruh saya mendaftar dan mengikuti tes di MAN 1. Saya coba untuk mengikuti kata-kata Ayah saya. Toh, pada akhirnya saya yakin saya bisa bersekolah di SMAN 2. Saya yakin bahwa saya tidak mungkin bersekolah di sekolah yang kurang bonafit dan tidak terkenal itu. Mungkin itu adalah sifat arogan yang harus saya hilangkan saat ini.

Hari pun berganti hari dan membawa saya pada hari pengumuman MAN 1 Bandar Lampung. Tak diduga saya lolos tes tersebut. Tapi, saya tetap yakin saya pasti lolos untuk melanjutkan ke sekolah umum yang saya pilih salah satu diantaranya. Keyakinan saya ternyata salah. Saya harus menerima kenyataan bahwa saya tidak diterima di ketiga-tiganya sekolah umum yang menjadi sekolah idaman saya.

Dengan hati yang sangat kecewa saya harus menjalani ini semua, dan terkadang saya menyalahkan Allah tentang takdir saya yang tidak membawa saya pada apa yang saya impikan. Akhirnya saya harus melanjutkan dan  mengenyam pendidikan di MAN 1 Bandar Lampung. Awalnya saya menjalani ini semua dengan terpaksa dan kurang termotivasi. Ketika pembagian raport kelas X semester satu,wali kelas saya memanggil saya untuk berbicara empat mata dengannya. Mungkin karena selama ini saya terlihat kurang semangat belajar. Selama berbincang dengan dia, saya mendapat suatu pencerahan,suatu motivasi yang belum pernah saya dengar dari siapapun. Suatu motivasi yang membangkitkan semangat saya untuk tetap belajar di MAN 1 Bandar Lampung.

Sejak saat itu, saya bersemangat dalam belajar, dan Alhamdulillah selama tiga tahun mengenyam pendidikan di sekolah tersebut saya selalu mendapatkan peringkat pertama di kelas maupun juara umum di sekolah. Saya berusaha semaksimal mungkin mempertahankan nilai yang telah saya dapat.Selain itu beberapa lomba tingkat daerah pernah saya ikuti selama di MAN 1. Walhasil MAN 1 lah yang membawa saya untuk melanjutkan pendidikan ke IPB departemen Ilmu Ekonomi.

Dari sepenggal cerita inspirasi yang saya tuangkan memberikan ibrah kepada saya,bahwa yang dikatakan Allah dalam Al-Qur’an adalah benar adanya. Bahwasanya, Allah lah yang mengetahui yang terbaik bagi kita, karena sesungguhnya sesuatu yang kita anggap baik adalah yang terburuk bagi kita, dan sesuatu yang kita anggap buruk adalah yang terbaik bagi kita. Besar harapan saya cerita ini dapat memberikan hikmah dan manfaat bagi para pembaca.

Cerita Inspirasi 2

Nama          : Nanda Nur Rafiana

NRP           : H14100012

Panji           : 5

Laskar         : 28

Sosok yang menjadi inspirasi saya adalah ayuk saya yang sekarang bekerja di Pertamina Pusat, Jakarta. Saya memanggilnya ayuk Evi. Dia adalah sosok wanita yang fighting spirit.Perjalanan hidupnya tidak mudah untuk mencapai kesuksesannya yang telah diraih. Ketika akan melanjutkan SMA, dia ikut bersama paman saya yang berada di Bandung beserta keluarganya, serta melanjutkan SMA di Bandung. Dia harus meninggalkan ayah dan ibunya di Lampung. Selama tinggal di sana ayahnya tidak pernah mengirimkan uang sakunya per bulan.Sehingga paman saya lah yang ikut membantu biaya sekolahnya. Perasaan tidak enak pun muncul di benaknya, karena sudah banyak merepotkan paman dan keluarganya. Akhirnya ia mengambil keputusan untuk bekerja part time sambil sekolah. Dia bekerja di Gramedia Bandung. Dia harus membagi waktu belajarnya dengan pekerjaannya. Hebatnya dia mampu membagi waktu sehingga dia selalu menjadi siswi terbaik di sekolahnya.

Pekerjaan itu tetap dilakukannya hingga ia menamatkan sekolahnya dan melanjutkan ke ITB. Dia sangat bangga akan perjuangan kerasnya selama ini yang mengantarkannya pada perguruan tinggi dan jurusan yang diimpikannya. Setelah satu tahun ia mengenyam pendidikan di ITB, ternyata permasalahan  belum selesai, karena istri paman menyuruh dia agar pindah ke universitas lain yang biayanya lebih murah. Akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti saran istri paman itu. Itu semua dilakukan agar ia tetap bisa kuliah,karena walaupun dia telah bekerja, penghasilannya tidak cukup untuk membiayai semuanya. Sehingga paman dan keluarganya masih membantu biaya pendidikannya.Mungkin hal yang terberat yang harus dijalani adalah dia harus masuk fakultas yang kurang ia minati yaitu hukum. Dia lebih tertarik pada fakultas teknik, karena dia lebih mahir dalam berhitung, dibandingkan fakultas hukum yang mengutamakan hafalan.

Waktu pun terus berlalu, sehingga mengantarkannya menjadi sarjana hukum Universitas Padjajaran. Setelah menyelesaikan pendidikannya, dia mencoba beberapa tes lowongan pekerjaan. Walhasil tes yang selalu diikutinya selalu menerima dia untuk bekerja di institusi tersebut. Awalnya dia bekerja di kantor advokasi Prajoto’s Law dan PT. Telkom Bandung, Tidak puas dengan itu dia mencoba untuk mrngikuti serangkaian tes Pertamina, karena dia ingin bekerja di sana. Walhasil serangkaian tes itu berhasil diikutinya dan dia diterima bekerja di Pertamina Pusat, Jakarta.

Sebuah kesuksesan yang memerlukan perjuangan bagi saya. Mungkin dia lah selama ini yang menjadi inspirasi saya. Semoga cerita ini dapat memotivasi para pembaca.